Kost pertamaku berlokasi di Jln. Bokep jepang hot Tidak terlalu lebat, dan menurutku termasuk tipis, tapi siapa yang peduli.Aku ngintip terus, sampai dia sirami badannya dengan air, lalu mengelap badan, memakai CD warna putih, celana pendek, dan kaos, tanpa BH. Aku merasa tanganku agak dingin, tapi tidak tahu deh Santinya merasakan hal yang sama denganku atau tidak. Dan tambahan lagi pinggulnya yang menjulang seakan menantang tiap cowok untuk menyentuh dan meremasnya. Aku masih ingat karena tahi lalat tersebut sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Aku harus hati-hati, pikirku kalau mati kesetrum karena ngintip cewek mandi kan nggak lucu. Yang istimewa di kost ini adalah kebebasannya. Aku merasa tanganku agak dingin, tapi tidak tahu deh Santinya merasakan hal yang sama denganku atau tidak. Amboi.. Bayangannya waktu mandi terus berada di benakku. Aku cuma bisa membayangkan dan mengkhayal saja.Sampai suatu hari, aku ingat itu hari Minggu, Santi baru balik dari Jakarta. Tapi aku yakin tiap cowok normal pasti akan ngaceng jika melihat bentuk tubuh Santi yang sangat indah.




















