“Hai… lagi ngapain mbak ? Bokep india Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu disini bisa kita jaga keamanan. Abang mau ngapain ? Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. Roni menarik tangan Ramah sambil mengecup kulit tangan Ramah yang halus penuh dengan arti dan kasih sayang yang tidak bisa dituturkan. Kamipun sampai dalam tujuan, aku kaget Ramah rupanya sudah dikenal dicafé tersebut. Sambil mempermainkan buah kembar milikku, selang beberapa menit Roni mengulangi aksinya sambil menekan dengan pelan-pelan, tapi sangat luar biasa sakitnya. Aku jawab lagi ia tante. Sesampai di plaza Ramah mengajak Roni keliling-keling di dalam plaza. Tiba waktunya aku pun menunggu angkot berjanji jumpa di simpang Amplas. Dia senyum sambil memelukku sambil bertanya. lain orang lain tingkah lakunya beratus teori yang di buat cowok-cowok keren yang mendekatinya, yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Aku tanya langsung penjaga hotel, menjawabnya sudah pulang bang, abang itu tiap menginap di hotel ini sampai jam 3.00 Wib saja bang. Roni tidak mendengar keluhanku bahkan ia merayuku dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi tuhan” kebetulan Roni beragama Islam aku kristen.










