Suminem tampak sangat bingung, hampir semenit dia berdiri terpaku dengan berkata apapun. Bokep japan Bener lho Nem, nanti setelah kena air tadi kamu akan merasa bahagiaa sekali”. Dengan gaya kebapakan (kok sama dengan ceritanya soal si hidung belang Kasno itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya. Bisa-bisa ilmu gendamnya berbalik kepadaku. Satu bogem mentah kembali melayang ke pipiku. Pikirku. Empat belas tahun? Dia memandang padaku dengan polos: “Sudah, Mbah” katanya. Semuanya sudah melongo lubangnya, sama sekali tidak enak. kenapa Mbah?” tanyanya bingung.Aku sekarang berdiri di depannya, tanganku memegang pundaknya. Waktu aku melihat siapa si pembuat onar itu, kulihat Mas Darmin, blantik (pedagang sapi) tetanggaku, sedang berdiri dengan mata merah dan berapi-api. Mungkin dia dari Wonolayu, desa sebelah sana. Buka juga pakaian dalammu. Meskipun kecil, kotaku termasuk ramai karena dilewati jalan negara yang lebar dan selalu dilewati truk dan bus antar propinsi, siang dan malam.Eh, kembali ke mbah Narto, tampaknya si mbah punya perhatian khusus kepadaku (atau malah karena aku memang kelihatan sekali tidak menyukai dan sinis terhadap gaya perdukunannya?).




















