“Cinta?”, terdengar suara laki-laki. Bokep jepang hd Akhirnya Cinta melihat seorang laki-laki yang melambai ke arahnya. Cinta tak tahu harus berkomentar apa. “Enak aja, emang kamu!”, Cinta tersenyum. Masih dengan tatapan yang sama, masih dengan ekpresi yang sama. Uang sebesar itu ternyata tidak menjadi masalah besar untuk Om Ridwan. Sebuah hal yang biasa bagi Cinta, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.Cinta mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya. Cinta tahu kalau Rido kerap cemburu dengan laki-laki lain yang menatap tubuhnya. “Rekomendasi temen, gak enak kalo gak dicoba hahaha”. Dari segi wajah, Om Rudi ini jauh dari yang dapat didefisikan sebagai tampan. “Yakin? Semua gerakan itu sengaja ia lakukan dengan pelan dan perlahan. Itu pun tidak lama, karena setelah pelayan pergi suasana kembali seperti semula. Keduanya kemudian masuk ke dalam lift yang kebetulan kosong. Ia ada janji yang harus dipenuhi sore itu.*************
Cinta turun dari taxi dan berjalan masuk ke dalam cafe. Kemudian beberapa saat ekspresi wajah laki-laki itu berubah serius. Kompensasi? Laki-laki paruh baya itu bergelar doktor lulusan dari salah satu universitas di luar negeri. Setelah lama dalam kebisuan Cinta pun menjawab, “Tapi gak murah lo Om”.




















