Semakin keras erangannya. Bokeb Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya Mbak-Mbak berumur 45-an lebih kira-kira. Pertama yang dipijat adalah telapak kaki. Tidak menarik. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV nya pun terbatas, untuk mengirit ongkos operasional kali. Awalnya kucoba yang muda-muda dan cantik, akhirnya aku kembali mencari yang telah senior karena yang masih muda kuanggap belum banyak pengalaman dan tidak banyak kenikmatan yang kuraih. Kusiapkan amplop untuk memberinya kompensasi atas jasa kenikmatan luar biasa yang baru sekali ini kurasakan seumur hidupku.




















