“Ada apa, SU?” tanyaku. Bokep india AKu diam saja, agar tetek itu tetapmembayang di bajunya yang basah. Ibu pun sangat sibuk mengambil air dalam waskom. Aku mulai menjilati tetek Sutinah. AKhirnya Sutinah mau dan melepas pakaiannya sampai telanjang. Lalu kami berpelukan dan memakai pakaian kami sembari tidur.Ibu membangunkan aku dan Suti. Siang kami tiba di rumah sakit. Kalau tidak, nanti kita keasyikan dan lupa memperbaiki jaring,” kataku. Ibu mengajakku untuk sama turun ke laut. Setelah melepas ikan-ikan itu, kami menebar lagi di tempat yang sama. Di rumah kami memang tak ada tilam. Ibu naik ke perahu dan kami sama menaikkan layar, karena angin masih dari laut ke darat. Lalu aku menusuknya kembali. “Aku bahagia sekali. “Sebentar, biar Mas betulin jaring dulu. Aku tahu, SUti sudah lemas. Lalu aku menusuknya kembali. “Ini rezeki Sutinah, Bu,” kataku. “Bukannya menjawab, malah tersenyum,” kata ibu membentak dengan suara tertahan, takut di dengar orang lain.“Ya… pasti aku tidak bercerita apa-apa,” kataku tenang. Akhirnya aku mendengarkan suara tangisan bayi yang memecah hembusan angin senja. Di darat, kami sudahmelihat kerlipan lampu=lampu dari desa kami.




















