“Pernah juga ada tamu yang mencolek bokong gue, dan berkata: “Aduh, montok banget. “Sampai sekarang gue masih inget wajah penipu berbau ‘naga’ itu,” katanya lagi dengan wajah geram.Pahit manisnya bekerja di dunia gemerlap (dugem) sudah pernah ia rasakan. Bokep terbaru Kami pacaran sudah tiga tahun waktu itu,” kenang Hera.Hingga suatu hari, Hera kedatangan seorang teman perempuannya yang bekerja di Jakarta dan mengajak ia ikut bekerja di Jakarta. Masih menurut penuturan Hera, beberapa tamu pernah mengajaknya “kencan” secara terang-terangan dengan menawarkan sejumlah uang jika ia bersedia “melayani” si tamu.“Yang ngajak kencan sih banyak. Mau enggak jadi pembantu di rumah gue?…sekalian jadi istri kedua,” lanjut Hera menirukan ejekan seorang pengunjung. Dan ia bersiap-siap berangkat kerja lagi saat senja telah tenggelam di tepi kota. “Gue pernah tersembur muntahan salah seorang tamu yang minta ditemani ngobrol. Hehehe,” ucapnya seraya tertawa.Katanya lagi, pelecehan seksual semacam ini tidak tiap malam dialaminya. Dan di tengah perjalanan, supir taxi itu tiba-tiba menghentikan mobil. Mereka pulang paling lambat, biasa hingga pukul 06.00. Menurutnya, sudah hampir dua tahun ia melakoni pekerjaan terakhirnya ini.




















