“Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Bokep india “Ahhh..,” erangku. “Ada yang salah?” tanyaku. Kurasakan kehangatan kulitnya dan kelembutan tubuhnya membuatku nyaman. Itu yang kurasakan saat menatap wajahnya. Kenikmatan yang luar biasa, saat ia memainkan jemarinya di sana. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Kutatap matanya. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Kudorong pinggangnya sedikit menjauh. Mataku berkunang- kunang beberapa saat kemudian. Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. Mau tidak ? Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Akhirnya aku menawarkan untuk mengantarnya pulang. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Kutekan lagi pinggulku lebih kuat. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. Nafsuku tak tertahan lagi, kuputar tubuhku menghadapnya, dan kupeluk ia. Beberapa saat kami saling pandang sampai akhirnya ia tersenyum. Nafsuku sudah sampai ke ujung. Dengan alis berkerut kugelengkan kepalaku. Kulihat ia masih berdiri menghadapku dengan senyum di depan stereo set. Saat aku memindah perseneling, jemarinya terangkat dan menggenggam pergelangan tanganku. “Mau minum apa?”
“Air putih,” ia berseru dari ruang tamu. Setidaknya cukup untuk menghabiskan sore sambil membaca




















