“Iya jablay ”.Dia si jablay menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku membelai* pahanya. “Terus Mas.. film bokep jepang aku telah* enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. “Anaknya? Tengah percakapan* mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. “Telanjang ja, repot amat si”. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. “Biarin ja, orangnya pun* ninggalin aku terus kok”. “Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga”. Kemudian giliran itilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. “O jadi jablay toh, kasian”. “Mas.. “Iya si, hanya* ya tersebut* problemnya”. “O, kirain anaknya, abis nyulik ya”, candaku.“Ih bapak dapat* aja. “Kamu ngikuti debat ini?” tanyaku. “Iya si, hanya* ya tersebut* problemnya”. “Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan”.“Gak apa kan, katanya mas blon nikah?’ “Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal anda* istri orang”. Kebetulan di tv terdapat* siaran ulang debat capres. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku mengarah ke* kerumahku.




















