“Gini wis, nek iya nanti kamu telp aku dulu ya!” ujarnya. Bokep japan Ternyata bu Bambang yang datang. Gimana?” tanyanya. Setelah menghabiskan makanku aku segera menuju ruang tengah dan menyalakan TV. “Iya nanti, kalo kamu udah sunat, trus kamu mimpi basah, itu berarti kamu dah gede” ujarnya. Aku hanya mengangguk tanpa mengerti maksudnya. Aku mengangguk sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanku. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. Pikirku. Warnanya putih seperti bubur kanji. Kasihan juga wanita ini. Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. “Janji ya ndre???!” ujarnya lagi. Kemudian ia duduk tepat di sebelahku bahkan berdempetan denganku. Tanpa banyak bicara wanita itu lalu menarik kulup t*t*tku sehingga bagian dalam kepalanya yang berwarna kemerahan tersembul keluar. Kupandangi wanita itu berjalan sampai menghilang di balik pintu. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya Anto, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Nggak pernah bu” jawabku berbohong. “Yang keluar air mani Ndre. Tanyaku balik. Acara kantor katanya.




















