Ada bom meledak juga tetap ngorok, sahut kakek sebelum aku sempat menjawab.Aku cuma tertawa menanggapinya. Selain untuk menengokku, ibu juga memberi uang sekedarnya untuk kakek. Bokep terbaru Kampung kami memang sangat sepi, saat itu belum ada listrik.Di pertengahan kelas lima SD, nenek meninggal. Memang harus istirahat dulu. Alasan kakek cukup masuk akal. Mbak Darsih memberiku kamar belakang yang dulu ditempati oleh ibu. Ibu yang merasa iba pada kakek akhirnya berusaha menjodohkan kakek dengan seorang perempuan, sebut saja mbak Darsih, seorang wanita parobaya yang masih kelihatan cantik di usianya yang sudah lewat 30 tahun.Perkenalan ibu dengan mbak Darsih terjadi saat wanita itu ingin membeli ikan milik kakek untuk acara hajatan ultah putra sulungnya. Aku sendiri tidak keberatan karena selama ini aku memang dekat dengan kakek. Aku tak merasa aneh karena aku sudah sering melakukan itu. Aku sendiri tidak keberatan karena selama ini aku memang dekat dengan kakek. Kamar di rumah kakek memang hanya dua, berhadap-hadapan, walau kamar kakek sedikit lebih besar.Akhirnya, aku lalui hari-hari bersama kakekdan mbak Darsih dengan penuh suka cita.




















