Saya terpaku di bibir ranjang sambil memegangi cangkir teh yang sudah kosong, seolah tidak tahu harus berbuat apa. Saya tersipu malu. Bokep india ah.. God, saya merasa jatuh cinta padanya, pada kenakalannya, pada kedewasaannya. Kepala saya terangkat-angkat dari ranjang, paha saya menghimpit kepala Jenny. Pak Smith dan saya hanya diam terpaku melihat ketiga manusia sangar itu meninggalkan ruangan dan membanting pintu dengan keras. Matanya meredup dan bibir basahnya berbisik agar saya kembali naik ke ranjang. “Jangan mundur!” bentak wanita itu dengan dialek British yang kental.Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah saya, membuat saya menundukkan pandangan karena gemetar. Mungkin saya bisa setegar Jenny, atau lebih dari dia? Namun apa yang terjadi siang ini seperti membuat saya tidak mungkin melupakan kejadian malam itu. Sejujurnya, aku amat terharu dengan sikap manisnya padaku. Bukan salah satu dari centengnya kemarin, tapi seorang pemuda ganteng berkaca mata, dengan dandanan yang rapih.“Wah, pacarmu sudah bangun rupanya.” ujar si pria Italia saat melihat saya terjaga.




















