“hi chel”, katanya
“hallo kak” kujawab
“tinggal dimana”, tanyanya
“di ***** kak, kamu sendiri?”
“oh deket, aku tinggal di ****** ***”
“kenapa main ****** kak? Bokep jepang hd Perawakanku juga kecil, tinggi 159 dengan berat badan 48kg, terbayang sudah kecilnya payudaraku.Penantian dan keraguanku hilang saat kubaca chat balasannya, dia menjawab dengan lantangnya,
“Kata siapa?! Baru kali ini aku merasa ada yang menghargai tubuhku, ya.. yauda sini kalau mau”, jawabku bercandaTanpa ada jeda, dia langsung menjawab,
“mau liat dong chel..”, pintanya sambil lagi-lagi memperlihatkan senyum malunya itu“hah? Aku bilang padanya kalau aku sakit, dan dia menunjukan rasa khawatirnya dengan menyuruhku pesan ojek online dan segera pergi ke klinik. sedangkan aku, jangankan baca begituan, baca novelpun bosenan, novel Dilan 1991 pun baru setengahnya aku baca dan gak dilanjut. yauda sini kalau mau”, jawabku bercandaTanpa ada jeda, dia langsung menjawab,
“mau liat dong chel..”, pintanya sambil lagi-lagi memperlihatkan senyum malunya itu“hah? cari pacar ya? Tapi ya sudahlah biarkan saja, cukup buat nambah kenalan saja, pikirku tanpa tau apa yang akan terjadi.****Suatu hari, ketika hendak bangun dan bersiap jadi anak kostan yang rajin, kudapati sakit di kepalaku dan rasa mual juga perih berkumpul diperutku, “fix maag ku kambuh” kataku.




















