Air mataku jatuh menetesi pipiku.Aku sudah tidak perawan lagi. Bokep viral Aku sudah tidak merasakan kesakitan karena Om Yoyok terus berusaha membuat aku horny,“ooohhh…ooohhhh….oooohhhhhh………ommmm….”Tak lama kemudian sperma om Yoyok keluar, dia semprotkan di tubuhku,“ccccrrrrrooooooottt…..ccccrrroooootttt…….cccrrrooooooottt…….”Desahan lega dan lepas om Yoyok,“aaaaaaaahhhhh……”Banyak dan kental sekali cairan itu membasahi tubuhku. Sejak kejadian itu aku enggan berbicara dengan Om Yoyok bahkan melihat saja aku sudah muak. Namun aku pikir tidak karena tatapan cara bicara om berbeda. Aku berterima kasih sekali kepada om dan tante sudah merawat ku hingga aku tumbuh menjadi wanita sempurna. Suatu hari aku sakit demam, tante ada kerjaan di luar kota selama seminggu. Itu semua membuat om Yoyok berubah, dia memandangku dengan sebelah mata.Waktu kecil dia memperlakukan aku seperti layaknya gadis cilik yang lucu ditimang-timang setiap hari. Mengocok penisnya naik turun dan semakin besar. Om yoyok masih saja dengan gerakannya maju mundur tekanan itu semakin keras,“aaaahhh om…aaahhh….oomm…aaaaaaakkkhhh….ommm..lagi om…aaaakkhhh….oohh….”Desahan yang keluar dari mulutku seakan aku tak kuasa menahan kenikmatan itu. Dia membelai wajahku, akupun berpaling tidak menatap wajahnya. Aku yang terbiasa dengan om kesana kemari tiduran bareng di depan tivi. Wajahku ketakutan menatap om Yoyok, menyeramkan sekali,“kamu udah besar dan tumbuh menjadi gadis yang cantik, aku tergoda melihat kecantikanmu…”“apa maksud om?”“udah kamu turuti saja




















