Temen2ku satu angkatan banyak yang job trining disitu, masing2 ditempatkan terpisah. Aku merasa lendir membanjiri meqiku. Bokep Mom Terasa meqiku sesek kemasukan batang besar dan panjang itu. “Napa om…”, belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku. “Gak takut?” “Kan Dina dikasi obati antiny om”. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Memang si dadaku gak besar tapi gak kecil juga, proporsionallah dengan tinggi badanku. Walaupun aku training di resto cina tapi yang dateng gak cuma orang cina saja, banyak tetamu yang bukan cina juga makan disana, memang sih makanannya dipisah antara yang halal dan haram dengan petunjuk yang jelas, sehingga gak mungkin tetamu salah mengambil makanan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan.Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan t shirtku, leherku dikecup, dijilat kadang digigit lembut. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. “Jangan manggil pak dong, rasanya jadi tua deh”. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Dengan tusukan batangnya yang agak kuat dan dipepetnya klitku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. Aku makin meronta-ronta tak karuan.




















