Aku sebenarnya tidak mau tahu lagi dengan info mengenai Rianti, namun kata-kata Mamat membuatku semakin sakit hati. Bokep japan Dalam perjalanan aku malah mengajak Mamat ke sebuah cafe remang-remang, aku mau merilekskan pikiranku dulu.“DASAR CEWEK MATREEEE!!!!….” teriakku di bawah pengaruh alkohol. Samar-samar ku lihat hanya tumpukkan benda yang tak jelas, Mamat pun menyalakan senter yang dia bawa untuk memastikan isi kamar ini, dan ternyata kamar ini digunakan sebagai gudang atau tempat menyimpan barang tak terpakai. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 22:00 seharusnya mahasiswa sudah pulang. Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar sebelum keluar dari rumah. Tangisnya makin keras, aku pun segera mengalunginya belati dan menyuruhnya untuk tidak ribut. Nafsu birahiku muncul, entah setan apa yang membisik di telingaku, tak dapat kakaknya, adiknya pun jadi. Aku dibiarkan di sini untuk mencari harta yang ada di kamar ini, tapi bukan mencari harta, perhatianku malah tertuju pada Dini. Tanpa terlihat seorangpun, kami berhasil keluar dari rumah ini, kami tidak mau langsung ke tempat usaha kami agar tidak dicurigai, jadi kami langsung ke warung kopi yang letaknya agak jauh dari sini.Sesampai di sana kami pun berbagi hasil curian, ada handphone, laptop, uang dan perhiasan.




















