Ia duduk di kursi depan, dan aku duduk disampingnya di kursi pengemudi. Waktu telah menunjukan pukul 02:30 pagi, jalan begitu sepi sebab malam dan hujan yang tak kunjung berhenti.“Besok Jakarta tentu banjir nih, hujan seharian gini…” gumamku dalam hati.Sekitar 100 meter setelah melalui Pondok Indah Plaza, aku menyaksikan sebuah sedan menepi dengan kap mesin yang terbuka. Bokep jepang Malam itu, Pak Alvin boss ku, memperbolehkan aku membawa kendaraannya pulang sebab hujan yang lumayan deras dari senja dan hari telah semakin larut. “Kenapa Sell?” Tanyaku yang masih berdiri di hadapannya.“Aku inginkan kasih sesuatu…” Dengan cepat Gisell unik turun celanaku. “Saya pinjamkan handphone guna menelpon asuransi atau tukang derek saja ya, mbak. Gisell memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.Hampir lima menit aku sedang di posisi tersebut. Aku, Shandy, ialah seorang supir dari boss pemilik sekian banyak perusahaan real estate di Jakarta. Tidak terlampau sulit menggali rumahnya sebab terletak di pinggir jalan. Ditambah aku memang orang keyakinan Pak Alvin.Selesai ku antarkan Pak Alvin yang separuh mabuk karena berfoya-foya di klub malam, ku balap kendaraan dengan kecepatan sedang mengarah ke tol dari arah Pondok Indah.










