Eh,
ternyata tidak hanya Yeyen yang
ikut, tapi adiknya, Lenny, diajak serta. Mas Zani dan Yeyen
tersenyum geli pertama kali
melihatku, mungkin mereka
menganggap tingkahku di dalam
kamar tadi lucu, lalu Mas Zani
bertanya. Bokep rusia Tapi aku tidak.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “Ehmm.., Ehmm..” Mungkin sekitar 5
menit Yeyen mengulum kemaluan
Mas Zani, ternyata selama itu juga
dia belum keluar sama sekali, Yeyen
bilang, “Zan.., sekarang giliran kamu
yach?” Mas Zani cuma tersenyum,
lalu dia bangkit sambil melepaskan
celana panjang dan celana dalamnya,
sedangkan Yeyen sekarang yang
ganti tiduran, lalu memejamkan
mata. Lalu.., “aahh..”, Aku orgasme,
spermaku semuanya terjatuh di
lantai kamar mandi. “Pelan-pelan yach..”
, bisik Yeyen
mesra. Aku langsung berjalan
keluar kamar, sedangkan mereka
tidak menghiraukanku sama sekali,
benar-benar gila..! Setelah
berputar-putar sebentar, sorenya aku
menuju rumah temanku yang sudah
sangat akrab di kawasan DK. Lalu aku berusaha meyakinkan
mereka, “Jangan kuatir lah.., aku
sudah biasa kok ngeliatin ginian..”
Akhirnya setelah beberapa
perdebatan ringan dan berkat
kelihaianku berdiplomasi mereka
mengijinkan juga aku untuk di dalam
kamar saja, tapi dengan syarat aku
tidak boleh macam-macam apalagi
melaporkan ke orang tuanya. Yeyen
mencoba melepaskan t-shirt Mas
Zani, lalu Mas Zani langsung
melepasnya dan meletakkan di
sebelahnya. Mas Zani lalu tidur telentang di
ranjang, lalu Yeyen mulai jongkok di
atasnya dan menciumi wajah Mas
Zani, sedangkan Mas Zani cuma diam
saja, matanya merem, tangannya
mengusap-usap punggung Yeyen.




















