Kedua lenganku didekap dari samping tubuhku oleh satu lengan mereka, sedangkan tangan mereka yang menganggur mulai meremasi payudaraku.“Eliza, Pandu dan Dedi ini adalah anak teman bapak. Bokep jepang Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Itu…”, aku berbisik agak ragu, sambil menunjuk ke gudang di sebelah toilet ini.Jenny memandangku heran, lalu ia melangkah ke arah pintu gudang itu.“Jennn”, aku berbisik kaget sambil menarik Jenny, karena pintu itu memang agak terbuka, kuatirnya Jenny akan terlihat oleh orang yang ada di dalamnya. Kini aku tinggal berkonsentrasi pada Dedi. Elizaaa…”, erang Pandu, tubuhnya bergetar hebat, dan kurasakan liang vaginaku disirami spermanya yang amat hangat, dan banyak. Pantas saja tadi aku sampai tak kuasa menahan nikmat yang melanda selangkanganku.Kini penis itu sudah ada di depan mulutku. Orgasmeku sudah mereda, dan aku membuka mulutku begitu penis itu sudah ada di depan mulutku. Tadi kok nggak digerai gini sih waktu sama aku?”, goda Jenny.Aku hanya tersenyum malu. Pak Edy yang dari tadi memandangiku tiba tiba berkata,“Eliza.. Berkata begitu, ia berdiri dan mendekatiku.Aku tahu, aku akan segera mengalami pelecehan oleh wali kelasku ini.Aku diam saja ketika pak Edy mulai meremasi payudaraku.




















