Cinta dan Rido beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing.Cinta melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. Cinta membatin.“…Dia cerita semuanya tapi Om gak bilang kalo Om itu kenal sama kamu. Bokep jepang hot Sama-sama ingin rahasia itu tetap menjadi rahasia. Semenjak pertemuan mereka di hotel beberapa hari lalu, penilaian Cinta terhadap Om Ridwan sudah berubah.“Wah makasi lo Om”, Cinta berusaha akan kata-katanya terdengar gembira. Beberapa saat kemudian Om Ridwan dan Cinta meninggalkan counter ponsel itu. Uang sebesar itu ternyata tidak menjadi masalah besar untuk Om Ridwan. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Cinta takut profesinya sebagai lady escort didengar orang tuanya. Sama-sama mengetahui rahasia pribadi satu sama lain. Dengan sengaja Cinta membuka sedikit lebar kedua paha saat mengembalikan silangan kakinya. Laki-laki itu nampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Cinta saat itu. Keduanya tertawa bak kenalan lama yang sudah lama tidak berjumpa. Jadi kini bola panas kembali berada di pihak Cinta.“Oke minum dulu jusmu, ntar kita mampir ke *** biar kamu pilih sendiri yang kamu mau”, Om Ridwan menyebut salah satu mall khusus barang-barang elektronik terbesar di kota itu. Bayi besar bernama Om Rudi.“Om masih boleh kan nelpon kamu lagi?”.




















