Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini membuat aku tak begitu lapar lagi meskipun aku ingat aku belum makan pagi. Dengan nafas tersengal sengal karena sodokan Wawan yang semakin gencar, aku yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus putus bercampur desahan dan lenguhan, “kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. Bokep viral Benar benar edan! Non Eliza sendiri kan yang minta? Aku langsung sadar, teringat kemarin memang aku menjanjikan hal ini. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Bagaimana mungkin aku bisa seliar ini? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. aku sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi. Tidurku yang tak nyaman karena dilanda mimpi buruk, terasa makin tak nyaman karena nafasku tiba tiba terasa sesak, dan tubuhku seperti terhimpit sesuatu. Tetap saja ada rasa sakit yang melanda vaginaku, karena ukuran penis pak Arifin sangat besar. Aku memeluk kokoku senang, dan berkata, “thank you ya kokoku yang baik”. Sedikit jual mahal boleh dong? Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. aku menggelengkan kepala tak habis pikir, bisa bisanya ada pembantu plus sopir yang memakai tubuh anak majikannya. Oh tunggu!!”, tiba tiba aku teringat dan menurunkan volume suaraku,




















