Dan nafas Mbak Aufa tiba-tiba tertahan diiringi pekikan kecil.. Kedua kakinya mengangkang, punggungnya agak ditarik ke belakang dan kedua tangannya menygga tubuhnya.“Ndrew, ayo cepet masukin lagi. Bokep jepang Aku bener-bener kaget liat kamu tidak pake celana, ngaceng lagi.”“Terus, Mbak maunya apa?” taku bertanya kepadaku. Dan akhirnya Mbak Aufa roboh di atas dadaku dengan ekspresi wajah penuh kepuasan. Maklum, lama sekali tidak jumpa.Hari Jumat minggu berikutnya aku ditelepon Mas Aris untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya. Setelah habis maniku, pelan-pelan dengan dag-dig-dug kucabut penisku.“Mmmhh… kok dicabut tititnya..” suara Mbak Aufa parau karena masih ngantuk.“Gantian dong..aku juga pengen..”Aku kaget bukan main. Seketika itu juga.. Karena bosan, aku ketok pintu kamarnya. aku tidak tahan”“Terserah apa kata kamu, yg jelas jangan sampai terulang lagi. ayo sayg.. kurang ajar juga kau ya…” kata Mbak Aufa sambil memencet hidungku.“Aku tidak nygka kalau adik sepupuku ini pikirannya ngesex melulu. Hatiku tambah berdebar, nafasku mulai memburu.. direguk habis semua lendir yg meleleh. Tapi entah mengapa aku mengiyakan saja permintaannya, karena kupikir-pikir sekalian silaturahmi. Seolah mimpi, aku merasa “itong”-ku seperti lagi keenakan. Saya janji tidak ngulangin lagi”“Ya sudah. masukin ****** kamu… aku hampir sampaaii..” erangnya. karena aku masih ada rasa was-was, takut, kasihan… tapi sekali lagi godaan birahi




















