Tanpa saya duga, dia membalas ciuman saya. Gadis yang benar-benar tak layak menjadi PRT. Bokep viral Kali ini dia diam. Biarlah itu menjadi milik suaminya kelak.Suatu saat, entah karena apa, istri saya meminta Sri keluar. Soalnya istri saya paham betul tabiat saya kalau tidur malam. Kulitnya putih bersih. Dia melenguh. Dia mengangguk. Dia balut tubuhnya dengan selimut. Istri saya sama sekali tidak mencurigai saya. Akhirnya istri saya berterus terang, sebenarnya dia tak ingin Sri keluar.“semua ini karena ibu,” kata istri saya kepada Sri.Sebagai gantinya ibu telah menyediakan pembantu. Saya mencoba meraih jemarinya yang tersembul dari selimut. Sri menggelinjang. Ibu mertua saya bahkan marah-marah pada istri saya dan meminta saya mengganti pembantu. Terlalu pendek untuk laki-laki. Sebagian telah masuk ke dalam kerongkongan Sri.Dia tampak muntah-muntah. Sesaat kemudian saya coba raih helai-helai rambutnya. Percayalah. Pikiran saya mulai kacau. Dia kami peroleh di sebuah penampungan PRT, semacam sebuah yayasan. Saya dan istri saya tertegun. Nggak boleh gitu,” katanya.Nisa bergerak-erak seperti mau bangun. Dik Nisa, besok bilangin ke mama, Papa nakal ya?” Sri berbicara pelan kepada Nisa.Saya tersenyum dan kembali memeluknya. Sepasang pahanya yang putih tersembul dari roknya.




















