Ada rasa amarah tanpa argumen bermain dipikiranku. Nonton bokep jepang Aku terbaring,penat terasa, pinggangku nyeri. “Makasih den..makasih banget..”Jawabnya lega. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu. Tanganku memegang jemari tanganya. Wajahnya takut2 melihatku ketika pintu kamar itu tertutup rapat. “Den…apa aden yakin …?” Tiba2 dirinya berucap. Segera saja tubuhku menyodok2 dengan kuat. “Okay mbak, sebetulnya ini berat buat saya..” Ujarku. Aku tidak memperdulikan perlawananya. “Waduh..”Jawabku terputus. Hari-hari selanjutnya berjalan normal, kami hanya berjumpa di akhir pekan, tidak ada bahasan lagi soal peristiwa itu. ” Sakit..atau jijik mbak..”
“Jijik kenapa..sakit sih iya..” Jawabnya pelan. Seraya kedua tanganya berusaha mendorong tubuhku. Seluruh leher serta tahap dadanya yg tertutup kaos itu habis ku kecup. “Yaaaa..gimana den..gak usah de..yg telah yaa telah..”Jawabnya.




















