Pak Ramses mencium bau khas itu, bau perempuan yang terangsang…Sedetik kemudian Umi merasa celana dalamnya dipelorotkan, kemudian dua tangan Pak Ramses menahan tubuhnya, satu di pinggang, satu di belakang kepala memaksa dirinya tetap tertelungkup di atas meja. Membawa peralatan untuk bebersih, keduanya menuju lift untuk naik ke lantai yang menjadi tugas masing-masing.Di dalam lift, Karman mengajak Umi pulang bareng.“Mi, pulang bareng yok. Bokep rusia Menyadari itu, Pak Ramses berhenti bergerak dan membiarkan Umi naik-turun sendiri untuk beberapa saat. Si manajer menyaksikan layar komputernya dalam sekejap berubah jadi hitam.“HEH! Apalagi dengan dandan menor macam begini. Umi menahan sakit sekaligus malu sambil mengerang-erang setelah tiap tamparan, pantatnya terasa nyeri dan panas. Dilihatnya gadis itu menjilat cairan kental yang barusan mendarat di bibirnya.“Dasar tak becus… Awas kalau kau bikin repot aku lagi besok-besok… Betulan kulaporkan ke bosmu biar dipecat kau…”Yang tak disangka oleh Pak Ramses, ternyata dia malah mendapati pemandangan Umi yang terkulai dengan wajah menor namun belepotan sperma itu… membangkitkan lagi gairahnya.




















