Bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Tina pamitan menidurkan anaknya.“Kamu nginap disini saja, Di ?, hujan malah tambah deras” kata Devi lagi.Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. burungku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Tina.Langsung saja Tina meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. Bokep terbaru Tina hanya tersenyum sambil berbisik kearahku.“Ayo puaskan aku seperti kakakku tadi, aku tahu apa yang kau lakukan” Tina melucuti pakaiannya, dan menarik tali tali piyamaku. Aku menuju ruang TV tempat Devi menikmati secangkir kopinya. Setelah kelewat sepuluh menit kami main kartu, dari arah magelang datang sebuah bus malam yang menurunkan banyak penumpang. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.“Kamu mampir dulu, Di ?, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata Devi“Makasih mbak, baiklah!” kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. Setelah hidup akupun berbalik kearah Tina sambil duduk di sofa, disampingnya. Saat aku starter motor aku lihat seorang perempuan muda umur 30-an tahun mungkin tengah menunggu taksi ataupun hujan reda. dari pantulan kaca kulihat buah dada Tina naik turun dengan cepat. lantas melihat ke arahku.“Ke jetis berapa?”“Tujuh ribu mbak!” tak kusangka mbak itu mau juga aku




















