Kacau, aku melihat perubahan di wajah Suster Vika melihat tonjolan itu. Bokep viral Oke, sekarang Mas buka kaosnya dan berbaring deh, kata Suster Vika lagi sambil membantuku melepaskan kaos yang kupakai tanpa mengganggu selang infus yang dihubungkan ke pergelangan tanganku. Ini sedikit menghilangkan kedongkolanku itu.Tahu-tahu, ditariknya handuk yang menutupi selangkanganku, membuat batang kemaluanku yang sudah tinggi menjulang itu terpampang dengan bebasnya tanpa ditutupi oleh selembar benang pun. Aku tidak percaya kalau yang di depanku itu suster. Tapi dengan sengaja, Suster Vika menghentikan permainannya. Terakhir aku dimandikan waktu aku masih kecil oleh mamaku.Setelah menutup tirai putih yang mengelilingi tempat tidurku, Suster Vika menyiapkan dua buah baskom plastik berisi air hangat. Aku dan Suster Vika menoleh kaget. Sementara jari telunjuknya disodokkan satu ruas ke dalam lubang anusku. Kemudian ia membalikkan tubuhnya menghadapku. Sementara itu Suster Vika dengan tubuh yang sedikit bergetar karena remasan-remasan tanganku pada payudaranya, masih asyik mengocok-ngocok kemaluanku. Payudara yang sedemikian montoknya itu seakan-akan mau melompat keluar dari dalam bra-nya yang bermodel konvensional itu. Saya sudah biasa mandiin pasien. Keesokan sorenya, karena kondisi tubuhku semakin memburuk, akhirnya aku pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) sebuah rumah sakit terkenal di Jakarta.










