No info
“Yaa klo utk bisnis kenapa gak mbak, sama2 bantu..saya jg kelak minta harga diskon dong..hehe..” Jawabku. “Mmm..mbak ikhlas kok den..salah mbak juga..telahlah gak papa..”jawabnya pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela. Bokep jepang “hehe..aden tetap muda, wajar kalo pikiran ke arah itunya tetap kuat, jadi..”
“Sekarang jg lagi mikirin itu mbak..”Aku memotong kalimatnya. “Ini uangnya saya ambil den, kelak diusahain dikembaliin kok..” Ujarnya pelan, suaranya berat,hidungnya semacam tersumbat cairan. Aku kembali terdiam, kepalaku tetap terasa pusing. Aku tetap sibuk membalas sms kawan2ku. Wanita ini terkesiap dgn kenekatanku. Aku tetap menciuminya membabi buta. “Gimana mbak?” Tanyaku sambil kembali duduk dikursiku. Wajahnya takut2 melihatku ketika pintu kamar itu tertutup rapat. “Anaknya kapan mulai sekolah mbak, taun depan?”
“Iya den, rencana taun depan..mdh2an rejekinya lancar..”
“Yaa selama saya di sini tetep aja kerja di sini mbak..klo mbak mau tambahan, mungkin coba mulai masak katering utk anak2 sini, kemaren ada dialog kami di sini soal itu. “Yaa gak usah bingung, katanya mau ngelakuin apa aja..”Godaku. Mbak Juminten tersenyum tipis, aku penasaran apa yg ada dalam pikiranya. Sekelebat aku tetap pernah melihatnya melangkah pelan, setan makin kuat mempermainkan pikiranku.





















