Mending disini, bisa ngeliat yang bening dan segar kayak gini, hehehehe}, batinnya sambil memandangi gadis Chinese putih bening anak temannya ini.“Ayo, A-mei, kamu masuk dulu,” tukas Pak Wijaya dengan tak sabar karena putrinya tak segera masuk.Sebaliknya Pak Heru tersenyum-senyum terus. Km bisa jam brp? Bokep jepang Nggak ada! Tak baik kita membicarakan ini, apalagi kalau sampai terdengar anakmu,” kata Pak Heru yang ingin cepat-cepat mengalihkan pembicaraan yang membuat kurang nyaman dirinya itu. Padahal sebelumnya ia termasuk pria bertubuh tegap dan langsing menurut standard pria seusianya).“Ah, anak jaman sekarang, kelakuannya sungguh tak terduga. Bolehkah aku tahu apa alasanmu yang mendasari itu? Kita bisa mendapatkan keduanya kok. Nggak ada! “Cowok kamu?” tanya Pak Heru. Akan tetapi, yang namanya keinginan, hasrat bahkan nafsu berahi sebenarnya bisa dikendalikan.Semua tergantung pikiran kita. Punya anak cewek yang betah di rumah dan nggak suka keluyuran.”Pak Heru tersenyum lebar mendengarnya karena merasa bangga. Akalku berhasil. Mana bisa tidur? Kapan dia bilang gitu ke kamu?” suara A-mei yang menirukan suara papinya. Ah, Pak Heru bisa saja. Dalam hati ia berkata, {yah memang betul sekali kata-katamu. Sebaliknya, payudara A-mei ini lebih putih dibanding bagian tubuh lainnya. Jadi, maafkan daku beribu maaf deh.




















