“Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Bokep terbaru Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?! Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Namun apa yang terjadi? Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar,




















