Tidak dapat dielak lagi, cairan lilin panas itu menghujani daerah anusku dan sebagian masuk ke lubang anus.Kali ini aku tidak hanya berteriak tapi juga membentur-benturkan pantatku ke tempat tidur untuk menahan sakit. Penisku pun mengeras. Bokeb Dia lalu memerintahkanku untuk melepaskan seluruh pakainku. Sementara itu, tubuhku menjadi sasaran nyamuk-nyamuk kelaparan. Dia berpakaian serba hitam yang mengkilap. Kini aku telentang dalam keadaan terikat dan telanjang seperti huruf X.Nyonya Hana lalu meraih kotak tempat dia menyimpan alat-alat penyiksaan dan mengambil dua buah jepitan buaya yang bergigi tajam dan terkenal kuat cengkeramannya. Di sana ternyata sudah terdapat tali panjang yang menggantung pada kayu besar yang melintang di tengah ruangan. Akhirnya, mereka berlalu juga.Kejadian seperti itu berulang terus sepanjang aku menempuh perjalananku.




















