Halusnya kulit punggung Susan terasa bagai sutra di jemarinya.Dada Susan lembut menekan dadanya sendiri, mengalirkan kehangatan yang tak asing lagi di tubuhnya. Ditariknya selimut menutupi tubuh mereka berdua.“Do you love her Nick???” tanya Susan tiba-tiba, memecah keheningan.“Siapa?” Nick tersentak mendapat pertanyaan tiba-tiba tersebut.“Wanita yang kita temui di lift tadi, namanya Tessa?? Bokep terbaru Gemetar. Berpasang mata memandang mereka berdua dengan iri, terutama yang pria memandang ke Susan dengan pandangan penuh nafsu. Ia memakai kembali pakaiannya, lalu duduk di pinggir ranjang.Tangannya meraih jemari Susan.“Sue, gue jahat sekali sama elo. Susan menariknya masuk ke dalam lift, diikuti oleh belasan orang lain, termasuk Tessa dan pasangannya.Di dalam lift posisi mereka memungkinkan Nick dan Tessa saling berpandangan. Ia menganguk.“Don’t worry about me. I’m sorry. Jangan kaget,” tambah Susan ketika dirasakannya tubuh Nick menegang.“Walaupun setengah mabuk tapi gue masih bisa ngeliat gimana elo orang berdua liat-liatan,” kata Susan.Perih hati Nick kembali meruyak, teringat pertemuannya dengan Tessa tadi.“Do you??” kejar Susan lagi.“Yes. I’m cumming……, ohhhhhhhhhhhh.”Seiring dengan itu Susan menjerit panjang, Ia dilanda orgasmenya yang kedua, lebih panjang, lebih nikmat, meledak dalam kontraksi otot-otot vaginanya yang membuat Nick mencapai orgasmenya dalam waktu yang hampir bersamaan.“Ooooohhhhhhhh!!!” tubuh Nick menegang, kemudian ambruk, lemas, disamping tubuh Susan.Basah oleh keringat, tangan Susan




















