Sepertinya penisku hampir meledak.Gilaaa, kuremas apa yang bisa kuremas, sementara aku tak bisa melihat muka Ana, dadanya masih menindih dadaku, tangannya masih di pantatku tapi pantatnya seperti ombak melebur-lebur dahsyat. Bokep india “Baru sekali ini aku masuk ke kamar tamu hotel, habis..”
“Kenapa ?”
“Nov, namamu Nova kan? Ular dipelukanku yang tadi diam dengan tabah kini berkelenjotan dengan panik tapi yang meyebabkanku makin sayang padanya adalah matanya. Dari arah pintu masuk aku berjalan perlahan dengan pandangan mata hampir tak berkedip ke arah receptionist itu. Ana meninggalkan pesan, “Nova sayang, kamu baik sama Ana, besok ngobrol lagi”. Kami tak mampu berteriak, kami ledakkan sensasinya di dalam dada. “Salah”
“Dua lapan !”
“Lho koq tahu ?”
“Kan nebak…”
“Iya dua lapan tua ya?”
“Enggak juga, malah aku kira dua lima tadi”, aku yakin hatinya agak meremang di ujung sana.“Mau makan di mana?”
“Mau nemenin?”, tanyaku
“Mmm.., besok kali ya..”
“Sekarang aja deh…”
“Eh, kalo sekarang ngobrol dulu”, katanya ngajarin, (kan lebih tua). “Hampir..”, katanya. Ular dipelukanku yang tadi diam dengan tabah kini berkelenjotan dengan panik tapi yang meyebabkanku makin sayang padanya adalah matanya. Dalam hati aku bertanya, kok tumben ngobrolnya lancar gini. “Trus?”. “Panggil aja Ana jangan pake Mbak, o iya coba tebak umurku berapa..”
“Engng.., dua lima”, kataku.




















