Tanpa sadar aku membuka kedua pahaku agak lebar. Karyawan lain yang tingkatannya masih di bawahku biasanya menempati satu ruang yang disekat secara bersama-sama sekitar 3 atau 4 orang dalam satu ruangan. Bokep jepang “Masih capai Lin..?” bisik Parjo di telingaku. Dengan sudut mataku kulihat ia sedang memperhatikan kedua pahaku dari kolong mejaku. Cuma disekat-sekat dengan partisi. Dari tadi kutelepon kok tidak diangkat?” terdengar suara suamiku di seberang sana. Crrt.. Ingatanku jadi melayang pada fantasi liar yang selalu mengobsesiku. Tangan Parjo yang mendekapku mulai bergerak nakal. Mereka sedang bersiap-siap pulang dan sedang berjalan mendekat ke ruanganku untuk pamitan. Tubuhku terasa bergetar menahan gairah.Aku tak henti-hentinya mendesis menahan geli dan nikmat saat mulut Parjo melumat payudaraku dengan gemasnya. Aku tidak ingin mengkhianati suamiku. Aku menjadi lupa diri saat itu. Iseng-iseng aku menggodanya agar ia pusing sendiri melihat keindahan pahaku.Aku tidak menduga kalau ternyata Parjo seberani itu. Ia duduk di tepi sofa dan mengangkat tubuhku agar duduk di pangkuannya. Bibirku langsung dipagutnya dengan bibirnya yang tebal begitu wajahku menoleh.




















