aku udah kepengen banget niih.. Bokep jepang “..tapinya aku boleh cium Ciecie, ya?”
Cie Lena agak kaget, aku terlalu polos atau kurang ajar, ya? Tapi dia malah menowel hidungku, “Anak bandel, ya? bandel, ya?!” candanya dengan senyum menggoda. Ah, Ciecie ini memang butuh bantuan banyak.Lalu Cie Lena datang membawa minuman. Ohh.. Usianya waktu itu 18 tahun. Maka tidak usah ditunggu lagi, aku segera mengikuti kemanapun ia bergerak menerangkan presisi dan kemampuan mobil itu, sambil bersyukur jadi orang pendek.Hehehee.. Ciecie akan kasi liat kemampuan ini mobil supaya bisa bilang-bilang sama Papa, ya?”Dan seorang pria muda berdasi yang berdiri tidak jauh dari kami tersenyum lebar mendengar ucapannya itu sambil mengacungkan ibu jari. Ia mulai berdiri menjaga sedikit jarak agar aku bisa melihat semua dengan jelas.Sebetulnya kalo dipikir-pikir saat itu ia melakukannya dengan cepat, kok.. sedang perutnya menempel pada dadaku..Oh, aku tentu saja balas memeluknya.. (Hihihi aku perhatikan ia mengambil anak kunci pintu depan dari balik keset.. ia menekan pantatnya sedang ia membusungkan dadanya dan mendongak sehingga pandanganku hanya berisi payudara dan puting susu kecoklatannya itu.. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”Aku sangat malu.




















