Apalagi terkadang sifat lugu si Nakim kerap membuat istriku tertawa.Akupun simpatik dgn sikap dan sifat Nakim, sehingga aku tak sungkan utk ikut menyiapkan keperluan Nakim sebelum nanti berangkat kerumah tanteku.Baju kaos,kemeja, celana panjang, sampai celana pendek, entah baru dibeli maupun bekas dimasukkan ke kardus agar bisa Nakim bawa saat berangkat nanti.Tak ada hal yg negatif yg muncul dari kehadiran Nakim dirumahku. Istriku mengeluarkan desahan merajuk, ku arahkan kepalanya dgn lembut kearah kanan, Nakim menatapku seakan tak percaya.Dgn mata setengah terpejam istriku memecah kebisuan dgn meraih penis Nakim masuk ke mulutnya. Bokep jepang hot “Kim, bentar deh”,panggilku dgn nada santai.Nakim pun menghampiri.“habis ini kamu bikinin teh manis buat mbak, bisa kan?”,tanyaku agak berbisik.“bisalah,mas”,jwb Nakim cepat.“Nah, kamu masukin ini kedalam teh manisnya”,tambahku sambil memberikan botol kecil bekas obat tetes mata kepada Nakim.“apaan nih,Mas?”,tanya Nakim heran.“obat perangsang,udah..lakuin aja,ok”,jwbku singkat.Nakim masih ragu tapi senyum tipis terlihat saat mendengar jawabanku.“oke deh,mas”,kata Nakim sambil manggut2.“tuang aja semua, biar makin mantep”,ujarku menambahkan.Nakim mengangguk tanda mengerti dan memasukkan botol kecil tadi ke saku celananya.Akupun masuk kedalam rumah dan duduk didepan Tv,tak berapa lama terdengar suara langkah istriku keluar dari kamar mandi yg kemudian menuju ke kamar tidur.Dari teras depan, Nakim langsung ke dapur, tak lama kemudian terdengarlah suara sendok mengaduk




















