Tapi hari ini pemandangan itu berubah, kulihat Pak Pardi hanya memakai celana kolor berwarna biru yang sudah hampir pudar warnanya.Perlahan aku dekati dan berusaha tak membuat suara. Bokep Mom Dia menghentikan kocokan di kontolnya dan mengalihkan kedua tangannya di kontolku. Aku membuka mata dan bertanya dengan tatapan mataku,“Mas Win bangun dulu” ujarnya. Crott, semprotan yang jauh lebih banyak dari kepala kontolnya di arahkan Pak Pardi di kontol dan jembutku. “Sini, aku bantu taruh Pak Pardi, di deket celana ya?” kataku sambil mengambil lagi amplop itu dari tangannya dan berjalan ke arah celana Pak Pardi yang di alasi daun pisang lebar tak jauh dari tempatnya menanam. “Yah kok di benerin sih Pak letaknya, saya suka sekali ngelihatnya”
Pak Pardi menatapku lalu berkata, “Mas win suka ngelihat kontol?”
“Iya Pak. Jadi aku cari sambil sesekali memanggil. Crott.. Senangnya… Kalo istri mau malemnya ya hari itu saya tidak ngocok”. Crott spermaku menyembur berkali-kali diantara gesekan kontol kami, entah kemana saja semprotannya aku tak perduli karena rasa yang begitu enak membuatku tak berfikir apa-apa lagi. Di kebon ayahku ini ada pancoran air dari bambu, sumbernya dari aliran air di gunung.




















