Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Aqu anak laki laki satu-satuya. Bokep jepang Lidya hanya diam saja.“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan.“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aqu datang ke rumah Lidya. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Namun aqu hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulaqukan. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. Apa saja yg aqu inginkan, pasti dikabulkan. Bahkan aqu sampai tertawa sendiri. Lidya kembali menghujani wajah, leher dan dadaqu yg sedikit berbulu dgn ciuman-ciumannya yg hangat dan penuh gairah membara.Memang Lidya begitu aktif sekali, berusaha membangkitkan gairahku dgn berbagai macam cara. Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aqu sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. PadahaI waktu itu Lidya sudah dipengaruhi gejolak membara dgn badan polos tanpa sehelai benangpun menempel di badannya.“Kau..”, desis Lidya terputus suaranya.“Ada apa, Lin?” tanyaqu polos.




















